Sang Perawan Aurbunak

         Berpetualang mengunjungi daerah yang masih perawan pastinya akan sulit dicari, dikarenakan banyak kerahasiaan yang tersembunyi agar tidak terjamah oleh kalangan tertentu. Hutan perawan ternyata adalah Destinasi Wisata Kal-Sel (Kalimantan Selatan) yang hanya diketahui oleh beberapa orang saja. Menikmati keindahan akan memberikan manfaat untuk diri sendiri, terutama terhindar dari strees.

1451398117193
Gambar 03. Perjalanan menuju Desa Pa’au

                 Kegiatan lingkungan untuk memasuki wilayah tertentu pasti akan membuat pengeluaran dana yang cukup besar. Keperawanan hutan merupakan kunci utama untuk melestarikan alam agar terjadi keseimbangan dan didalamnya terjadi interaksi berbagai makhluk hidup.  Berkunjung ketempat ini harus menyiapkan fisik, mental, dana, dan doa agar selama berkunjung tidak mengalami hal tidak diinginkan. Mungkin saja selama perjalanan akan susah mencari air minum, kehabisan logistik dan serangan hewan buas. Sebab itu selama perjalanan menuju tempat yang diinginkan harus memiliki persiapan matang.

1451398108423
Gambar 04. Persiapan perjalanan

          Hutan hujan tropis Kal-Sel pasti memiliki hutan perawan diantaranya Desa Pa’au, Kabupaten Banjar, Kal-Sel yang terletak jauh dan dinobatkan sebagai desa terpencil. Mengunjungi tempat ini sebaiknya harus didampingi oleh orang yang ahli dan mengerti medan selama perjalanan. Berbeda dengan Destinasi Wisata Kal-Sel lainya, destinasi ini ditujukkan kepada orang penikmat alam dan berjiwa petualang. Manajemen perjalanan harus dipersiapkan secara menyeluruh hingga peralatan survive. Waktu perjalanan mencapai tempat tujuan berkisar 4-5 hari tergantung situasi dan kondisi, karena alam bisa berubah kapan saja.

1451398118628
Gambar 05. Melakukan perjalanan

            Menginjak Desa Pa’au, wajib mengunjugi tokoh masyarakat terutama adalah Kepala Desa. Wajib lapor dilakukan, beliau akan mencek kesiapan perjalanan atau tidak memberikan izin untuk melakukan perjalanan. Perjalanan yang panjang akan dimulai untuk menikmati sang perawan Aurbunak. Warga desa akan tersenyum melihat pewisata mengunjungi meraka, desa ini jarang dikunjungi oleh orang dan mereka akan sangat senang apabila ada yang datang.  Perjalanan dimulai melalui persawahan, hamparan padi yang menghiasi samping jalan membuat mata terbuai dan mulut tersenyum lebar, sambil terdengar kicauan burung, hanya jalan setapak untuk bisa melewati area ini. Keluar dari pertanian warga akan masuk wilayah perkebunan, inilah titik terakhir dan terjauh dari pemukiman.

                Terlihat dari kejauahan sang perawan Aurbunak seakan memanggil untuk dikunjungi, perjalanan dilanjutkan dengan menyeberangi sungai.  Langkah kaki menuju tempat yang didambakan butuh pengorbanan besar. Menaiki dan melewati diantara 2 bukit semakin membuat terkejut, betapa indahnya alam ini sehingga tidak bisa tertulis dengan kata tersirat. Semakin jauh melangkah hasrat jiwa dan pikiran akan menjadi satu untuk terus berjuang. Saat-saat yang meneganggkan akan terjadi ketika masuk kedalam hutan perawan, ketakutan akan menghampiri langkah demi langkah. Suara dan irama permainan hutan akan menyambut selama perjalanan, hingga mencapai tujuan akhir perjalanan.

1451382344014
Gambar 12. Pesona keindahan alam Aurbunak

              Mencumbu indahnya destinasi hutan hujan tropis  khas kalimantan akan memberikan warna yang berbeda dalam pengalaman hidup. Kesan berbeda akan bisa dinikmati selama perjalanan, berkunjung kesuatu tempat pasti akan memerlukan transportasi, salah satu transportasi udara yang memiliki warna tersendiri adalah Garuda Indonesia. Perjalanan panjang pasti akan mempersiapkan secara matang dari segi waktu, kehandalan dan kenyamanan selama perjalanan. Kesan berbeda akan disuguhkan ketika menggunakan maskapai yang sudah dipercaya di berbagai negara dan negeri sendiri. Akan diberikan layanan super kepada pengguna jasa layanan angkutan udara dari fasilitas kabin, tempat duduk yang luas, dan masih banyak lagi sehingga Garuda Indonesia telah mendapatkan banyak penghargaan.

1451397993010
Gambar 18. Mencumbu keindahan alam 

Sumber Foto: Dokumen Pribadi

Iklan

Surga yang tersembunyi di bumi Antasari

       Pesona keindahan alam Destinasi Wisata Kal-Sel (Kalimantan Selatan) yang memukau di bumi antasari telah banyak diperbincangkan selama ini, banyak pelancong mencari destinasi petualangan baru. Pesona keindahan alam yang menakjubkan akan dibayar sepanjang perjalanan yang akan ditempuh salah satunya adalah surga yang berada di Desa Belangian “Kahung”.

       Dari titik awal perjalanan yaitu Banjarmasin menuju ke Kabupaten Banjar yang lebih tepatnya Desa Riam Kanan, dilanjutkan dengan naik kapal kecil menuju Desa Belangian dengan biaya sekitar tiga puluh ribu rupiah sudah cukup untuk melakukan perjalanan yang panjang ini. Selama berada di dalam kapal, mata anda akan dibuai dengan pemandangan hamparan bukit-bukit yang indah di kanan dan kiri sungai yang menjadi jalan satu-satunya menuju surga yang tersembunyi di Bumi Antasari ini.

       Perjalanan yang panjang menuju Desa Belangian memakan waktu kurang lebih 2 jam di atas sungai. Sesampainya di dermaga Desa Belangian disambut oleh sebuah papan desa. Perjalanan belum berakhir di surga yang dimaksud. Desa Belangian yang hanya memiliki jumlah penduduk kurang lebih 99 kepala keluarga dan mayoritas bekerja di tambak dan perkebunan. Keramahan alam dan penduduk yang mendiami desa ini telah menjadi ciri khas daerah ini laksana surga yang selalu kita dambakan. Banyak wisatawan lokal yang datang ke tempat ini hanya untuk menikmati indahnya panorama alam dan menyalurkan hobi memancing yang kurang bisa tersalurkan diperkotaan.

Capture
Gambar 06. Google Maps Desa Belangian

       Setiap langkah yang kita lakukan selama perjalanan kaki menuju Kahung akan dihiasi dengan banyaknya warga yang berkebun. Banyak yang menamakan ini sebagai padang savana yang kiri kanan terdapat bukit tinggi dan hamparan pertanian warga. Pemandangan indah dan kesejukkan alam memberikan nikmat yang luar biasa. Perjalanan berlajut hingga keluar dari batas area pertanian warga, tak lama kemudian nantinya akan menemukan 2 buah shealter yang telah disediakan yang dikenal dengan nama “shelter kembar”. Di belakang shelter terdapat sungai besar yang dapat digunakan untuk istrahat, bunyi aliran sungai, kicauan burung dan angin yang berhembus memberikan kesan sangat damai dan jauh dari hiruk pikuk kota.

Capture.JPG2
Gambar 09. Google Maps titik shelter Kembar

      Untuk menuju ke surga selanjutnya dapat dilakukan dengan melangkahkan kaki anda menuju hutan hujan tropis. Hanya ada jalan setapak untuk menuju destinasi. Perjalanan akan sedikit membuat bingung dikarenakan jalan yang dimasuki berbelok-belok dengan pemandangan kanan kiri jalan berupa flora dan fauna endemik yang hanya ada di Kal-Sel. Ketika sampai di shealter kedua yaitu antara persimpangan jalan sungai muara kahung, persiapan diri harus lebih matang dan jiwa pertualangan harus lebih dibangkitkan karena pada shealter ke 3 “cemara” banyak hewan pengisap darah yaitu “lintah/pacat”.

Capture3
Gambar 13. Google Maps titik Shelter 2

       Pada shelter ketiga, suhu dingin akan menyapa kulit dan memanjakan mata dengan pemandangan yang sangat indah dari khasnya hutan hujan tropis. Kebanyakan wisatawan akan menikmati tidur didalam hutan hujan tropis walau cuma satu malam untuk membalas jauhnya perjalanan dan menikmati indahnya tempat ini.

Capt4ure
Gambar 17. Google Maps Titik Surga Tersembunyi

      Destinasi selanjutnya adalah Air terjun Kahung yang dapat dituju dengan perjalanan kurang lebih 3 jam. Air terjun yang masih perawan dan belum pernah terjamah oleh kenakalan tangan-tangan jahil ini memberikan kenikmatan sendiri untuk selalu tetap berada di dekatnya.

20131123_134125
Gambar 18. Air terjun kahung

       Pertualangan yang dilakukan tentu memerlukan transportasi yang baik dan layak mulai dari jalan darat dan perairan, Jika wisatawan berasal dari luar pulau Kal-Sel memerlukan tambahan alat transportasi berupa jalur udara. Garuda Indonesia telah memenuhi kebutuhan perjalanan penerbangan menuju tempat-tempat Destinasi Wisata Kal-Sel khususnya Kahung. Garuda Indonesia memiliki kelebihan lain diantara masakapai lainya karena anda akan disuguhkan dengan fasilitas yang wah yaitu, ketepatan waktu merupakan hal nomor 1 selanjutnya kenyamanan penumpang akan menjadi prioritas yang akan dilayani maskapai penerbangan ini, lagi pula masakapai ini telah mendapatkan banyak penghargaan. Penerbangan di akhiri di Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru, yang dilanjutkan dengan perjalanan darat menggunakan transportasi darat menuju dermaga. Selanjutnya disambung dengan perjalanan air membelah Waduk Riam Kanan menuju Desa Belangian dan akhirnya perjalanan kaki menuju surga-surga yang ingin kita rasakan.

20131122_175836
Gambar 21. Peta surga Desa Belangian

     Keindahan dan keelokan Kahung ini selayaknya untuk selalu dijaga keasriannya, begitu pula dengan alam dan makhluk hidup yang tersembunyi didalamnya. Bagi para wisatawan yang mempunyai jiwa petualangan tentu akan memilih destinasi ini sebagai tempat wisata wajib yang harus dituju. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat diperlukan untuk mempromosikan dan memelihara objek wisata ini agar dapat selalu dinikmati oleh wisatawan yang berkunjung ke tempat tersebut.

Ruang Publik Sebagai Nilai Kearifan Lokal Siring Kota Banjarmasin

Nasalis larvatus, siapa yang tidak kenal sosok satwa endemik pulau Kalimantan mempunyai ciri khusus berhidung panjang, hidup di habitat kawasan hutan bakau, hutan pantai dan hutan rawa. Bekantan dijadikan sebagai maskot Kalimantan Selatan pada tahun 1990, sayangnya satwa ini mengalami penurunan populasi apabila tidak dilestarikan. Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) bergerak dibidang pelestarian bekantan beridiri sejak akhir tahun 2013 dan bekerjasama dengan pemerintah. Upaya pelestarian terus berlanjut hingga sekarang salah satunya dibuat maskot bekantan yang berada di Pierre Tandean Sungai Martapura. Patung bekantan dibuat bertujuan untuk memberitahu masyarakat bahwa Kalimantan Selatan mempunyai satwa yang khas dan harus dilindungi juga dilestarikan agar tidak terjadinya punah. Patung ini baru diresmikan pada tanggal 29 September 2015, beragam pro dan kontra tertuang dalam pembuatan patung yang mencapai pengeluaran dana sebesar Rp 2,6 miliar. Nilai terlampau besar dalam pembuatan maskot Kalimantan Selatan harus dijaga agar tidak rusak oleh tangan tidak bertanggung jawab. Sebelum diresmikan, banyak masyarakat berkunjung untuk melihat pemasangan patung yang mencapai tinggi 6 meter, dengan mengambil kamera untuk mengabadikan momen bersama keluarga atau pasangan. Perpanjangan pembuatan siring terus berlanjut, hingga sekitar area patung bekantan dan penanaman pohon yang terus diupayakan disekitar siring, pembangunan dilakukan oleh pemerintah terus berlanjut agar tercipta ruang yang hijau di Banjarmasin. Semenjak pagi hingga malam hari sekitar pembuatan patung ramai dikunjungi namun belum adanya tempat pembuangan sampah, wajar saja ditempat itu banyak sampah berserakkan bahkan ada yang membuang langsung ke sungai Martapura. Ruang publik yang indah banyak terpampang disepanjang siring kota Banjarmasin dengan mempunyai nilai yang berbeda misalnya:

  1. Rumah Terapung di Sungai
rumah-apung-560abc75549373360ea8cd4e
Rumah lanting

     Sungai Martapura merupakan akses jalur transportasi masyarakat, aktivitas lalu lintas terbilang ramai, dulunya disepanjang jalan Seberang Mesjid hingga Jalan Kapt Tendean di bantaran sungai Martapura adalah rumah penduduk, sekarang berubah menjadi siring sungai yang indah. Pohon-pohon ditanam untuk menambah kesejukkan dan kenyamanan ketika bersantai. Pemindahan lokasi warga bertempat tinggal dibantaran sungai merupakan langkah teramat panjang, dikarenakan masyarakat Banjar memang senang tinggal di pinggir sungai dan bahkan ada yang membuat rumah di sungai. Rumah lanting merupakan budaya banjar, sudah banyak masyarakat mulai meninggalkan rumah tradisional banjar yang mengapung di sungai, kini hanya tinggal beberapa saja masih melestarikan rumah tersebut. Pola pikir masyarkat semakin cerdas bahwa rumah lanting dapat mencemari lingkungan sungai hal ini juga didukung pemerintah, namun upaya pelestarian budaya juga dijaga dengan pembuatan rumah lanting yang dapat digunakan masyarakat di siring sungai Martapura sebagai rekreasi.  Daun Rumbia (Metroxylon sp) digunakan untuk membuat atap rumah lanting,  Bambu (Bambusa sp) sebagai  dasar agar tetap terapung dan kayu ulin (Eusideroxylon zwageri)  diperuntukkan dalam pembuatan kerangka dan pondasi rumah lanting, uniknya masyarakat menggunakan rumah ini sebagai berpindah ketempat yang lain, berjualan dan untuk kehidupan sehari-hari.

2. Plank Bermotif Sasirangan

Tampak plank bertulisan “BANJARMASIN WISATA SUNGAI” ada yang berbeda ketika diamati secara betul, terdapat corak sasirangan. Sasirangan adalah batik dari Kalimantan Selatan, mempunyai ciri khas berbeda dari kebanyakan batik. Tulisan yang bertemakan sasirangan (motif) adalah nilai keaarifan lokal (local wisdom) dari masyarakat banjar. Sasirangan mempunyai kekuatan mistik secata etimologis, berguna sebagai obat pingitan (penyakit yang disebabkan oleh roh halus). Sasirangan di ambil dari kata “sirang” yaitu dengan menggunakan teknik dijahit, diikat dan ditarik benangnya dengan tangan. Teknik yang dilakukan sangat unik karena dapat menciptakan motif, corak warna, dan pola khas.

Sebagian warga kampong melayu menamakan dirinya sebagai Kampoeng Sasirangan. Pembuatan kain sasirangan membutuhkan air yang ditambakan pewarna, setelah kain di sirang maka akan dimasukkan kedalam perendaman air yang sudah ditambah pewarna, dengan suhu panas mencapai waktu hingga 60 menit perendaman, setelah direndam kain diangkat lalu hasil sirang dilepas dan terbentuklah kain sasirangan. Inilah peran pemerintah dalam melestarikan kearifan lokal dengan membuat plank yang berada disiring kota Banjarmasin dengan corak khas yaitu sasirangan, gunanya untuk melestarikan sasirangan. Sayangnya pemerintah belum memperhatikan limbah sasirangan yang di buang kesungai, warga kebingungan bagaimana mengelola limbah tersebut, peran pemerintah penting untuk hal ini agar sungai Martapura tidak tercemar. Kalimantan Selatan mewajibkan sekolah untuk mengenakan kain sasirangan dalam seragam sekolah sebagai budaya Banjar.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/rezhachiropter/ruang-publik-sebagai-nilai-kearifan-lokal-siring-kota-banjarmasin_560ac94fd59273cb0af5b00b